Sambutan Ketua PDAI

Kata akupunktur berasal dari kata acus yang berarti jarum dan punktura yang berarti menusuk. Pada awal perkembangannya akupunktur adalah cara pengobatan menggunakan jarum baik yang dibuat dari bambu, perunggu, perak atau emas. Akupunktur berawal dari Tiongkok dan merupakan bagian dari Traditional Chinese Medicine (TCM).Dokumentasi tertua tentang akupunktur sebagai suatu sistem untuk diagnosis dan terapi ditemukan dalam The Yellow Emperor's Classic of Internal Medicine (Huangdi Neijing) dari 100 SM. Pada tahun 1970 ditemukan 4 jarum perak dan 5 jarum emas di makam pangeran Liu Sheng (?-113 SM) dari dinasti Han di provinsi Hebei, yang merupakan penemuan arkeologi tertua tentang akupunktur.

Pada tahun 1991 ditemukan Mumi bertatoo tertua dari 5200 tahun yang lalu, di pegunungan Alpen di Eropa, yang dinamai Ötzi. Mumi tersebut memperlihatkan 15 kelompok tatoo garis di punggung dan tungkainya dengan 57 titik akupunktur. Tatoo tersebut berbentuk linear geometrik dan terletak di tempat yang tidak mudah terlihat . Ternyata lokasi tatoo tersebut sangat mirip dengan lokasi titik-titik akupunktur, sehingga disimpulkan bahwa sistem pengobatan yang mirip akupunktur telah dilakukan di Eropa tengah pada 5200 tahun yang lalu.

Pada masa dinasti Song, (960–1279), akupunktur berkembang secara sistematik. Saat itu Wang Weiyi membuat patung perunggu seukuran orang dewasa yang memperlihatkan 14 meridian dan 340 titik akupunktur.

Akupunktur merupakan salah satu modalitas terapi dari Traditional Chinese Medicine bersama dengan modalitas terapi TCM lain yaitu herbal, tuina, qigong, dan diet. Sepanjang sejarah pengobatan Tiongkok, terapi TCM yang paling utama dari 5 modalitas tersebut adalah dengan menggunakan herbal.

Akupunktur sebagai bagian dari TCM pertama masuk ke Indonesia bersama dengan masuknya imigran dari Tiongkok. Pada 1676 seorang dokter Belanda, Willem ten Rhijne yang ditempatkan oleh VOC di Batavia menggunakan akupunktur yang dipelajarinya pada saat ia ditempatkan di Jepang pada 1674. Pada 1683 Ia mempublikasi sebuah buku "Dissertatio de Arthritide: Mantissa Schematica: De Acupunctura: Et Orationes Tres" yang merupakan penulisan rinci pertama oleh orang Barat tentang akupunktur.

Di Indonesia dikenal 2 jenis akupunktur. Pertama Akupunktur Tradisional yang merupakan bagian dari Traditional Chinese Medicine yang berasal dan berbasis Falsafah Tiongkok. Kedua adalah Ilmu Akupunktur Medik yang dilakukan oleh Dokter Spesialis Akupunktur Medik dan Dokter yang mendapat tambahan kompetensi Akupunktur Medik Dasar. Ilmu Akupunktur Medik merupakan bagian dari rumpun Ilmu Kedokteran Fisik bersama dengan Ilmu Rehabilitasi Medik. Sejak 2011 Ilmu Akupunktur Medik merupakan Program Studi Ilmu Kedokteran di FKUI.Ilmu Akupunktur Medik yang di Barat disebut Western Medical Acupuncture (WMA), mulai dikembangkan di Indonesia pada tahun 1963 dengan mendirikan Sub Bagian Akupunktur-Bagian Penyakit Dalam FKUI/RSCM.

Ilmu Akupunktur Medik (WMA) adalah adaptasi teknik Akupunktur ke dalam Ilmu Kedokteran Konvensional. Akupunktur Medik merupakan modalitas terapi yang menggunakan cara stimulasi titik akupunktur untuk tujuan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Stimulasi tidak hanya menggunakan jarum, namun juga dengan arus listrik, ultra sound, farmakopunktur, sinar laser, tanam benang, dan lain-lain.

Ilmu Akupunktur Medik berbasis ilmu biomedik, dengan paradigma Evidence Based Medicine (EBM). Diagnosis dilakukan menurut International Classification of Diseases (ICD). Tata laksana pasien dilakukan sesuai Panduan Praktek Klinik (PPK), Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK), Algoritma dan Clinical Pathway. WHO telah memasukkan Akupunktur Medik dalam International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problem beserta Code ICD 9 dan ICD 10 nya.

Ilmu Akupunktur Medik mengalami kemajuan pesat sejak revolusi ilmu pengetahuan, terutama penemuan neurotransmiter dan neuroplastisitas, yang membawa pengertian baru tentang mekanisme kerja Akupunktur Medik. Istilah Western medical acupuncture digunakan untuk membedakannya dengan Akupunktur Tradisional sebagai bagian dari Traditional Chinese Medicine. Dua perbedaan penting antara WMA dan TCM bahwa WMA tidak menggunakan konsep tradisional dan falsafah Tiongkok seperti yinyang, 5 unsur , sirkulasi qi, dan lain-lain. WMA adalah bagian ilmu kedokteran, bukan merupakan alternatif terhadap ilmu kedokteran.

Pendidikan Akupunktur Medik telah diselenggarakan di banyak negara antara lain di American Academy of Medical Acupuncture yang mendidik dokter untuk mendapat tambahan Diploma dalam WMA, demikian juga di Australia, German, Prancis, Norwegia, Finlandia, Denmark, Italia, Junani, Inggris, Swedia, Austria, Canada, Belanda, Italia, Turki, , Meksiko, Argentina, Belgia, portugal, Brazilia, Cyprus, Republik Czech, Hungaria, Latvia, Luxembrug, Portugis, Cuba. Akupunktur Medik juga merupakan bagian dari kurikulum FK di sebagian negara bagian Amerika, Cuba, Prancis, German, Canada.

Telah banyak bukti (evidence) tentang Akupunktur Medik baik dalam bentuk review sistematik, meta analisis maupun RCT, sehingga efektivitas dan keamanannya tidak diragukan lagi. WHO melakukan review tentang uji klinik RCT dan mempublikasinya pada 1999, dalam Acupuncture: review and analysis of reports on controlled clinical trials. Sejak tahun 2002 WHO mendorong negara- anggota untuk mengintegrasikan akupunktur ke dalam Sistem Kesehatan Nasional masing-masing.

Penelitian tentang akupunktur di Indonesia telah dilakukan sejak awal pendidikan, dan sebagian telah dipublikasi baik di jurnal kedokteran di dalam negeri maupun di jurnal internasional. Untuk komunikasi ilmiah dan mempublikasi hasil-hasil penelitian, diterbitkan Majalah Akupunktur Medik Indonesia (Indonesian Journal of Medical Acupuncture).

Dengan perkembangan teknologi yang semakin cepat, semua orang menginginkan informasi dapat tersaji dengan cepat dan akurat. Dalam era digitalisasi saat ini komunikasi secara daring (on line) melalui jalur internet merupakan suatu keniscayaan, untuk itu PDAI membuat web site/situs utamanya bagi para Dokter Spesialis Akupunktur Medik untuk menyediakan sarana informasi dan komunikasi anggota PDAI dan masyarakat dalam bidang kesehatan dan Akupunktur Medik, serta menyediakan sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan bagi anggota PDAI dan tenaga medis lain.

Diharapkan website PDAI dapat menjadi situs yang dinamis dan seluruh anggota ikut berperan aktif dengan melakukan pemeliharaan situs ini setiap waktu seperti penambahan informasi, berita, artikel, link, gambar, animasi bergerak, video atau lain sebagainya, untuk kepentingan semua.

Husniah R Th-Akib